HIMAHI Unifa Adakan Seminar Nasional Bertajuk Revolusi Industri 4.0

PENYERAHAN CINDERAMATA. Yana Rudiyana (Kepala Sub Direktorat Perdagangan Barang, Industri dan Kawasan Perdagangan Bebas) bersama dengan Kaprodi HI Andi Mega Ningratna | Foto: Ist/hitscampus.com

Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) Unifa menggelar Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Peluang dan tantangan dalam menghadapi revolusi Industri 4.0” di aula gedung LPMP Provinsi Sulsel. Senin (17/6).

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial, Kaprodi Ilmu Hubungan Internasional, para dosen, mahasiswa dan tamu undangan.

Hj. Yusmanizar, S.Sos., M.I.Kom dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan seminar tersebut dan tema yang diangkat sangat menarik.

“Sangat menarik tema yang diangkat apalagi revolusi industri 4.0, baik untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang teknologi di era 4.0”, ucap Dekan FEIS Unifa yang sekaligus membuka acara.

Adapun sebagai pembicara yakni Yana Rudiyana (Kepala Sub Direktorat Perdagangan Barang, Industri dan Kawasan Perdagangan Bebas), Pusparida Syahdan (Akademisi dan Dosen Unifa) serta Adelia Lubis sebagai moderator.

Disela-sela seminar Yana Rudiyana menyebut banyak peluang dan tantangan yang dihadapi saat ini, salah satunya masyarakatnya.

“Masyarakat diharuskan memiliki bekal keahlian diera 4.0 ini. Serta kita harus mampu melihat peluang yang ada karena diera ini kita harus kreatif”, jelasnya.

Dia menambahkan perkembangan e-commerce juga sangat pesat. Saat ini khususnya kemenlu juga sudah memanfaatkan sistem yang namanya diplomasi digital.

Pusparida Syahdan dalam materinya juga mengatakan ada lima top skills yang harus dimiliki diera revolusi industri 4.0 khususnya di tahun 2020.

“Top skills itu adalah complex problem thinking, chritical thinking, creativity, people management, coordinating with other. Maksudnya diera industri 4.0 tantangannya juga banyak maka itu kita dituntut untuk mampu berpikir kritis, memahami masalah, kreatif, inovatif dan saling berkolaborasi”, ungkapnya.

(Muhair/hitscampus.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *